Senin, 07 April 2014

Makalah Penyehatan Lingkungan

Makalah Penyehatan Lingkungan

Disusun oleh :
Kelompok v
PUTU JULI MASTRAWAN
RIA SUSIAWATI
RISA LEPI APRIANI
RISKA AMELIA
RIA NIANTY UTAMI

SEMESTER / KELAS                : IV ( Empat ) / C
JURUSAN                                : S1 Keperawatan


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN MATARAM
TAHUN AJARAN 2014
KATA PENGANTAR
Segala puji dan syukur kami panjatkan kepada Tuhan yang maha Esa, karena atas berkat dan limpahan rahmat-Nyalah maka Kami bisa menyelesaikan makalah ini dengan tepat waktu.
Berikut ini kami mempersembahkan sebuah Makalan  “Rumah Sehat Dan  Penyehatan Lingkungan ", yang menurut penyusun dapat memberikan manfaat yang besar bagi kita untuk mempelajari tentang Saraf.
Melalui kata pengantar ini kami lebih dahulu meminta maaf dan memohon permakluman bila mana isi makalah ini ada kekurangan dan ada tulisan yang kami buat kurang tepat atau menyinggung perasaan pembaca.
Dengan ini kami mempersembahkan makalah ini dengan penuh rasa terima kasih dan semoga Tuhan memberkahi makalah ini sehingga dapat memberikan manfaat.


                                                                                                            Mataram, 31 Maret 2014


                                                                                                                    Penyusun
BAB I
PENDAHULUAN
A.        Latar Belakang
Perumahan merupakan kebutuhan primer bagi manusia. Rumah atau tempat tinggal, dari zaman ke zaman mengalami perkembangan. Pada zaman purba manusia bertempat tinggal di gua-gua, kemudian berkembang dengan mendirikan rumah di hutan-hutan dan di bawah pohon. Sampai pada abad modern ini manusia sudah membangun rumah bertingkat dan diperlengkapi dengan peralatan yang serba modern.
Rumah pada dasarnya merupakan tempat hunian yang sangat penting bagi kehidupan setiap orang. Rumah tidak sekedar sebagai tempat untuk melepas lelah setelah bekerja seharian, namun didalamnya terkandung arti yang penting sebagai tempat untuk membangun kehidupan keluarga sehat dan sejahtera.
Keadaan perumahan adalah salah satu faktor yang menentukan keadaan higiene dan sanitasi lingkungan. Seperti yang dikemukakan oleh WHO bahwa perumahan yang tidak cukup dan terlalu sempit mengakibatkan pula tingginya kejadian penyakit dalam masyarakat. Rumah yang sehat dan layak huni tidak harus berwujud rumah mewah dan besar namun rumah yang sederhana dapat juga menjadi rumah yang sehat dan layak dihuni. Rumah sehat adalah kondisi fisik, kimia, biologi didalam rumah dan perumahan sehingga memungkinkan penghuni atau masyarakat memperoleh derajat kesehatan yang optimal.
Masalah perumahan telah diatur dalam Undang-Undang pemerintahan tentang perumahan dan pemukiman No.4/l992 bab III pasal 5 ayat l yang berbunyi “Setiap warga negara mempunyai hak untuk menempati dan atau menikmati dan atau memiliki rumah yang layak dan lingkungan yang sehat, aman , serasi, dan teratur”
B.    Tujuan
1.      Tujuan Umum
Memberikan penjelasan tentang konsep Rumah Sehat Dan Penyehatan Rumah.
2.      Tujuan Khusus
1.      Untuk mengetahui definisi dari Rumah Sehat.
2.      Untuk mengetahui Faktor-Faktor Yang Perlu Diperhatikan Dalam Membangun Suatu Rumah.
3.      Untuk mengetahui Syarat-Syarat Rumah Yang Sehat.
4.      Untuk mengetahui Fasilitas-Fasilitas yang ada di dalam Rumah Sehat.
5.      Untuk mengetahui Penilaian Rumah Sehat.
C.   Manfaat
Manfaat penyusunan makalah ini adalah sebagai sarana penunjang pembelajaran di keperawatan komunitas dan mengetahui bagaimana konsep dari pada sanitasi lingkungan perumahan.
D.     Batasan masalah
  1. Apa definisi dari Rumah Sehat ?
  2. Faktor-Faktor apa saja Perlu Diperhatikan Dalam Membangun Suatu Rumah?
  3. Apa saja yang menjadi Syarat-Syarat Rumah Yang Sehat?
  4. Sebutkan Fasilitas-Fasilitas apa saja yang ada di dalam Rumah Sehat?
  5. Bagaimanakah Penilaian Rumah Sehat?
BAB II
KONSEP TEORI
A.    Definisi Rumah Sehat
·         Rumah merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia yang berfungsi sebagai tempat tinggal / hunian yang digunakan untuk berlindung dari gangguan iklim dan makhluk hidup lainnya, serta tempat pengembangan kehidupan keluarga. ( KEPMENKES RI NO.829 ? SK / VII / 1989 )
·         Menurut WHO
Rumah sehat dapat diartikan sebagai tempat berlindung / bernaung dan tempat untuk beristirahat, sehingga yang sempurna baik fisik, rohani maupun social.
  • Rumah adalah struktur fisik terdiri dari ruangan, halaman dan area sekitarnya yang dipakai sebagai tempat tinggal dan sarana pembinaan keluarga (UUD RI No. 4 Tahun 1992).
  • Menurut WHO, rumah adalah struktur fisik atau bangunan untuk tempat berlindung, dimana lingkungan berguna untuk kesehatan jasmani dan rohani serta keadaan sosialnya baik untuk kesehatan keluarga dan individu (Komisi WHO Mengenai Kesehatan dan Lingkungan, 2001).
  • Perumahan sehat merupakan konsep dari perumahan sebagai faktor yang dapat meningkatkan standar kesehatanpenghuninya. Konsep tersebut melibatkan pendekatan sosiologis danteknis pengelolaan faktor risiko dan berorientasi pada lokasi,bangunan, kualifikasi, adaptasi, manajemen, penggunaan dan pemeliharaan rumah dan lingkungan di sekitarnya
B.    Faktor-Faktor Yang Perlu Diperhatikan Dalam Membangun Suatu Rumah
v  Faktor lingkungan, baik lingkungan fisik, biologis maupun lingkungan sosial.
Maksudnya membangun suatu rumah harus memperhatikan tempat dimana rumah itu didirikan. Di pegunungan ataukah di tepi pantai, di desa ataukah dikota, di daerah dingin ataukah di daerah panas, di daerah pegunungan dekatgunung berapi (daerah gempa) atau di daerah bebas gempa dan sebagainya.
Rumah didaerah pedesaan, sudah barang tentu disesuaikan kondisi social budaya pedesaaan, misalnya bahanya, bentuknya, menghadapnya, dan lain sebagainya.Rumah didaerah gempa harus dibuat dengan bahan-bahan yang ringan namun harus kokoh, rumah didekat hutan harus dibuat sedemikian rupase hingga aman terhadap serangan-serangan binatang buas.
v  Tingkat kemampuan ekonomi masyarakat
Hal ini dimaksudkan rumah dibangun berdasarkan kemampuan keuangan penghuninya, untuk itu maka bahan-bahan setempat yang murah misal bambu,kayu atap rumbia dan sebagainya adalah merupakan bahan-bahan pokok pembuatan rumah.Perlu dicatat bahwa mendirikan rumah adalah bukan sekedar berdiri pada saat itu saja, namun diperlukan pemeliharaan seterusnya (Notoadmojo, 2003).
C.   Syarat-Syarat Rumah Yang Sehat
Persyaratan kesehatan perumahan adalah ketentuan teknis kesehatan yang wajib dipenuhi dalam rangka melindungi penghuni dan masyarakat yang bermukim di perumahan dan masyarakat sekitar dari bahaya atau gangguan kesehatan. Persyaratan kesehatan perumahan dan lingkungan pemukiman menurut Keputusan Menteri Kesehatan (Kepmenkes) No. 829/Menkes/SK/VII/1999 meliputi parameter sebagai be rikut :
1)      Bahan bangunan
  1. Tidak terbuat dari bahan yang dapat melepaskan bahan yang dapat membahayakan kesehatan, antara lain : debu total kurang dari 150  asbestos kurang dari 0,5 serat/m 3 per24 jam, plumbum (Pb) kurang dari 300 mg/kg bahan.
  2. Tidak terbuat dari bahan yang dapat menjadi tumbuh danberkembangnya mikroorganisme patogen.
  3. Komponen dan penataan ruangan
    1. Lantai kedap air dan mudah dibersihkan.
    2. Dinding rumah memiliki ventilasi, di kamar mandi dan kamarcuci kedap air dan mudah dibersihkan.
    3. Langit-langit rumah mudah dibersihkan dan tidak rawan kecelakaan.
    4. Bumbungan rumah 10 m dan ada penangkal petir.
    5. Ruang ditata sesuai dengan fungsi dan peruntukannya.
    6. Dapur harus memiliki sarana pembuangan asap.
    7. Pencahayaan

2)      Lokasi
  • Tidak terletak pada daerah rawan bencana alam seperti bantaran sungai, aliran lahar, tanah longsor, gelombang tsunami, daerah gempa, dan sebagainya
  • Tidak terletak pada daerah bekas tempat pembuangan akhir (TPA) sampah atau bekas tambang
  • Tidak terletak pada daerah rawan kecelakaan dan daerahkebakaran seperti jalur pendaratan penerbangan.
3)      Kualitas udara
Kualitas udara di lingkungan perumahan harus bebas dari gangguan gas beracun dan memenuhi syarat baik mutu lingkungan sebagai berikut :
  • Gas H2S dan NH3 secara biologis tidak terdeteksi
  • Debu dengan diameter kurang dari 10 g maksimum 150 g/m3
  • Gas SO2 maksimum 0,10 ppm
  • Debu maksimum 350 mm3/m2 per hari.
·         Luas lubang ventilasi alamiah yang permanen minimal 10% luaslantai.
·         Ada 2 macam ventilasi, yakni :
a)      Fungsi kedua dari pada ventaliasi adalah untuk membebaskan udara ruangan dari bakteri-bakteri, terutama bakteri patogen, karena disituselalu terjadi aliran udara dan sebagainya. Di pihak lain ventilasi alamiah ini tidak menguntungkan, karena merupakan jalan masuknya nyamuk dan serangga lainya ke dalam rumah. Untuk itu harus ada usaha-usaha lain untuk melindung kita dari gigitan-gigitan nyamuktersebut.
b)      Ventilasi buatan, yaitu dengan mempergunakan alat-alat khusus untuk mengalirkan udara tersebut, misalnya kipas angin, dan mesinpenghisap udara. Tetapi jelas alat ini tidak cocok dengan kondisi rumah di pedesaan. Perlu diperhatika disinni bahwa sistem pembuatan ventilasi harus dijaga agar udara tidak berhenti atau membalik lagi, harus mengalir.Artinya di dalam ruangan rumah harus ada jalan masuk dan keluarnyaudara.
4)      Kebisingan dan getaran
  • Kebisingan dianjurkan 45 dB.A, maksimum 55 dB.A
  • Tingkat getaran maksimum 10 mm/detik .
5)      Kualitas tanah di daerah perumahan dan pemukiman
  • Kandungan Timah hitam (Pb) maksimum 300 mg/kg
  • Kandungan Arsenik (As) total maksimum 100 mg/kg
  • Kandungan Cadmium (Cd) maksimum 20 mg/kg
  • Kandungan Benzo(a)pyrene maksimum 1 mg/kg
6)      Prasarana dan sarana lingkungan
  • Memiliki taman bermain untuk anak, sarana rekreasi keluarga dengan konstruksi yang aman dari kecelakaan
  • Memiliki sarana drainase yang tidak menjadi tempat perindukan vektor penyakit
  • Memiliki sarana jalan lingkungan dengan ketentuan konstruksijalan tidak mengganggu kesehatan, konstruksi trotoar tidakmembahayakan pejalan kaki dan penyandang cacat,jembatan harus memiliki pagar pengaman, lampu penerangan jalan tidak menyilaukan mata
  • Tersedia cukup air bersih sepanjang waktu dengan kualitas air yang memenuhi persyaratan kesehatan
  • Pengelolaan pembuangan tinja dan limbah rumah tanggaharus memenuhi persyaratan kesehatan
  • Pengelolaan pembuangan sampah rumah tangga harus memenuhi syarat kesehatan
  • Memiliki akses terhadap sarana pelayanan kesehatan,komunikasi, tempat kerja, tempat hiburan, tempat pendidikan, kesenian, dan lain sebagainya
  • Pengaturan instalasi listrik harus menjamin keamanan penghuninya
  • Tempat pengelolaan makanan (TPM) harus menjamin tidak terjadi kontaminasi makanan yang dapat menimbulkan keracunan.
7)      Vektor penyakit
  • Indeks lalat harus memenuhi syarat
  • Indeks jentik nyamuk dibawah 5%.
·         Tidak ada lalat, nyamuk ataupun tikus yang bersarang di dalam rumah.
8)      Penghijauan
Pepohonan untuk penghijauan lingkungan pemukimanmerupakan pelindung dan juga berfungsi untuk kesejukan,keindahan dan kelestarian alam.
9)      Penyediaan air
  1. Tersedia sarana penyediaan air bersih dengan kapasita minimal 60 liter/ orang/hari;
  2. Kualitas air harus memenuhi persyaratan kesehatan air bersih dan air minum menurut Permenkes 416 tahun 1990 danKepmenkes 907 tahun 2002.
10)  Pembuangan Limbah
  1. Limbah cair yang berasal rumah tangga tidak mencemari sumber air, tidak menimbulkan bau, dan tidak mencemari permukaan tanah.
  2. Limbah padat harus dikelola dengan baik agar tidak menimbulkan bau, tidak mencemari permukaan tanah dan airtanah.
  3. Kepadatan hunianLuas kamar tidur minimal 8 m2 dan dianjurkan tidak untuk lebih dari 2 orang tidur.
E.     Fasilitas-Fasilitas Didalam Rumah Sehat
Rumah yang sehat harus mempunyai fasilitas-fasilitas sebagai berikut:
  1. Penyediaan air bersih yang cukup
  2. Pembuangan Tinja
  3. Pembuangan air limbah (air bekas)
  4.  Pembuangan sampah
  5. Fasilitas dapur ruang berkumpul keluarga
F.    Penilaian Rumah Sehat
Rumah merupakan salah satu kebutuhan pokok manusia disamping sandang dan papan, sehingga rumah harus sehat agar penghuninya dapat bekerja secara produktif. Konstruksi rumah dan lingkungannya yang tidak memenuhi syarat kesehatan merupakanfaktor risiko sebagai sumber penularan berbagai penyakit, khususnya penyakit yang berbasis lingkungan. Berdasar Survei Kesehatan Rumah Tangga (SKRT) yangdilaksanakan tahun 1995 (Ditjen PPM dan PL, 2002) penyakit InfeksiSaluran Pernafasan Akut (ISPA) yang merupakan penyebab kematianterbanyak kedua dan tuberkulosis yang merupakan penyebab kematian terbanyak ketiga erat kaitannya dengan kondisi sanitasiperumahan yang tidak sehat. Penyediaan air bersih dan dan sanitasilingkungan yang tidak memenuhi syarat menjadi faktor risiko terhadappenyakit diare (penyebab kematian urutan nomor empat) disampingpenyakit kecacingan yang menyebabkan produktivitas kerja menurun.
1)      kelompok komponen rumah,meliputi langit-langit, dinding, lantai, jendela kamar tidur, jendela kamar keluarga, dan ruang tamu, ventilasi, sarana pembuangan asap dapur, pencahayaan;
2)      kelompok sarana sanitasi, meliputi sarana air bersih, sarana pembuangan kotoran, sarana pembuangan air limbah, dan sarana pembuangan sampah; dan
3)      kelompok perilaku penghuni, meliputi perilaku membuka jendela kamar tidur, membuka Jendela ruang keluarga dan tamu, membersi hkan halaman rumah,membuang tinja bayi/anak ke kakus, dan membuang sampah padatempatnya. Formulir penilaian rumah sehat terdiri komponen yangdinilai, kriteria penilaian, nilai dan bobot serta hasil penilaian secaraterinci dapat dilihat pada lampiran dari Kepmenkes RI No.829/Menkes/SK/VII/1999 tentang persyaratan kesehatan perumahan.
B.
Hasil Pengamatan
Dari hasil pengamatan yang telah dilakukan pada sebuah perumahan di Kekalik Gerisak  khususnya di Jl.Swakarsa III Nomor 3.
            Kondisi perumahan yang terlihat adalah dari segi lokasi memiliki halaman yang cukup luas,kebersihan sedikit memenuhi kreteria.disertai Penghijauan seperti pepohonan serta bunga – bungan terdapat di halaman. Terdapat ventilasi, tempat mandi,memiliki jamban serta penyediaan air. bahan bangunan dinding dari batu bata, lantai menggunakan keramik atap mengunakan genteng.
C.Permasalahan
1)      Belum menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat(PHBS)

BAB IV
PEMBAHASAN
A.     Konsep Rumah Sehat
Rumah Sehat merupakan sebuah upaya untuk menciptakan lingkungan itu menjadi bersih, sehat. Dari lokasi perumahan yang di teliti atau di amati untuk menciptakan kebersihan belum tercapai sepenuhnya namun,penghuni rumah sudah menerapkan prilaku untuk memenuhi kebersihan lingkungan rumah. 

B.      Faktor yang dilihat dalam pembangunan rumah
ü  Faktor lingkungan,baik lingkungan fisik,biologis maupun lingkungan sosial
Lokasi perumahan yang di amati terletak di daerah perkota, sruktur tempat berdirinya bangunan rumah di area yang rata, tekstur tanah yang kokoh.
ü  Tingkat kemampuan ekonomi masyarakat
Tingkat kemampuan masyarakat Kekalik Gerisak  khususnya di Jl.Swakarsa III Nomor 3. dikategorikan mampu. Dilihat dari bahan bangunan yang digunakan seperti batu bata,semen keramik,genteng, Dan memiliki usah sendiri baik tempatnya dirumah, dan mendirikannya ditempatnya lain.
C.      Syarat rumah yang sehat
Persyaratan kesehatan perumahan adalah ketentuan teknik kesehatan yang wajib dipenuhi. Dalam rangka melindungi penghuni dan masyarakat yang bemukim di perumahan dan masyarakat sekitar dari bahaya atau gangguan kesehatan.
kondisi perumahan dan lingkungan permukiman dari hasil pengamatan adalah sebagai berikut:
1)      Lokasi
Lokasi perumahan yang di amati teletak di daerah dataran rendah jauh dari pegunungan untuk terjadinya longsor atau terkena letusan gunung merapi, letak  sungai +  100 M.  Lokasi perumahan sangat jauh dari tempat pembuangan akhir (TPA) sampah atau bekas tambang,lokasi rumah tidak terletak pada daerah rawan kecelakaan seperti didekat jalur penerbangan,jauh dari lingkungan pertambangan.  
2)      Kualitas Udara
Kualitas udara di lingkungan perumahan bebas dari gas beracun karena jauh dari pabrik- pabrik industri,kawasan pertambangan.ventilasi ada yang alami serta buatan seperti kipas angin,
3)      Kebisingan dan getaran
Di pantau dari lokasi perumahan dan permukiman kebisingan kadang – kadang terjadi,jika ada suatu acara tertentu di dekat lokasi perumahan.
4)      Prasarana dan sarana lingkungan
Lokasi rumah yang di amati memiliki halaman yang cukup luas,sebagai tempat duduk bersantai dikala resah atau sejenisnya.lokasi rumah memiliki pagar pengaman,terdapat lampu penerangan,tersedia cukup air bersih yang memenuhi persyaratan kesehatan.
5)      Vektor penyakit
Di lingkungan rumah di temukan banyak lalat,nyamuk,serta tikus
6)      Penghijauan
Di halaman perumahan ada beberapa pepohonan serta tanaman hias lainnya untuk sarana penghijauan.
7)      Bahan bangunan
Bahan bangunan dari rumah yang di amati menggunakan; kerangka atap menggunakan bahan kayu,dan penutup atap menggunakan genteng dan sebagian seng, dinding menggunakan batu bata, dan lantai menggunakan keramik.
8)      Penyediaan air
Air dari PDAM untuk mandi, mencuci serta kegunaan lainnya, sedangkan untuk persediaan air minum memanfaatkan air isi ulang menggunakan galon sebagai tempat penampungan.


9)      Pembuangan limbah
Pembuangan limbah cair maupun padat sudah tersedia, untuk pembuangan limbah cair khusus mempunyai penampungan dengan jarak + 10 - 15 meter.

D.     Fasilitas didalam rumah sehat
Rumah sehat harus mempunyai fasilitas – fasilitas sebagai berikut :
1.      Penyediaan air bersih yang cukup
2.      Pembuangan tinja
3.      Pembuangan air limbah
4.      Pembuangan sampah
5.      Fasilitas dapur tersedia
Dari rumah yang diamati sudah memiliki fasilitas yang tertera di atas hanya saja belum menerapkan prilaku hidup bersih dan sehat di lingkungan sekitar.
BAB V
PENUTUP
A.     Kesimpulan
Jadi rumah sehat adalah  menciptakan keadaan lingkungan perumahan yang baik atau bersih untuk kasehatan. Persyaratan kesehatan perumahan adalah ketentuan teknis kesehatan yang wajib dipenuhi dalam rangka melindungi penghuni dan masyarakat yang bermukim di perumahan dan masyarakat sekitar dari bahaya atau gangguan kesehatan. Persyaratan kesehatan perumahan yang meliputi persyaratan lingkungan perumahan dan pemukiman serta persyaratan rumah itu sendiri, sangat diperlukan karena pembangunan perumahan berpengaruh sangat besar terhadap peningkatan derajat kesehatan individu, keluarga dan masyarakat.
Rumah yang sehat harus mempunyai fasilitas-fasilitas sebagai berikut:
1.      Penyediaan air bersih yang cukup
2.      Pembuangan Tinja
3.      Pembuangan air limbah (air bekas)
4.      Pembuangan sampah
5.      Fasilitas dapur  dan ruang berkumpul keluarga
B.      Saran
Dengan melalui  makalah ini kami selaku penyusun  mengharapkan  khususnya semua mahasiswa keperawatan STIKES MATARAM  dapat mengetahui serta memahami tentang Konsep Pengorganisasian masyarakat dalam keperawatan komunitas.
DAFTAR PUSTAKA
Ø  http://zainal-a--fkm10.web.unair.ac.id/artikel_detail-35704-Sanitasi-Pengertian%20Rumah%20Sehat.html


Tidak ada komentar:

Posting Komentar